Memuat Halaman...
1. Memberikan pemahaman kepada santri mengenai pengertian dan bentuk-bentuk perundungan (bullying).
2. Menjelaskan dampak yang ditimbulkan perundungan bagi korban.
3. Menumbuhkan empati dan kepedulian antarsantri, khususnya dalam interaksi lintas jenjang pendidikan di lingkungan pesantren.
4. Membekali santri dengan langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan perundungan.
5. Mendorong terbentuknya lingkungan pendidikan yang lebih aman, inklusif, dan nyaman bagi santri
Berdasarkan rekapitulasi data observasi, tingkat keterlibatan aktif santri mencapai 85% dari total peserta, terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab dan diskusi bersama setelah pemaparan materi. Santri memperoleh pemahaman mengenai perbedaan antara candaan dengan tindakan yang merugikan atau menyakiti orang lain, serta memahami bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk perkataan atau tindakan yang membuat orang lain merasa tertekan.
Kegiatan ini tidak menggunakan pre-test dan post-test, sehingga peningkatan kesadaran peserta tidak dapat diukur secara kuantitatif secara menyeluruh — evaluasi bersifat kualitatif berbasis observasi partisipatif dan refleksi pelaksana. Dampak kegiatan terlihat dari terbukanya ruang komunikasi mengenai isu bullying yang sebelumnya jarang dibicarakan secara terbuka di lingkungan pesantren berasrama, kondisi yang rentan mengingat tingginya intensitas interaksi harian antarsantri lintas jenjang usia.
Secara keseluruhan, seminar ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling peduli antarsantri di lingkungan pesantren. Kendala yang tercatat: keberagaman usia/jenjang pendidikan menyulitkan penyeragaman materi, dan keterbatasan waktu membuat tidak semua santri memperoleh kesempatan sama untuk bertanya atau berbagi pendapat, sehingga tindak lanjut secara berkelanjutan direkomendasikan.
Artikel Berita: https://www.kompasiana.com/hernindaawwaliya6611/6a81f972c925c443fe70fbaa/cegah-bullying-kkn-xxi-unisnu-jepara-gelar-seminar-di-al-haromain