Memuat Halaman...
1. Memberikan pemahaman kepada siswa mengenai perilaku bullying yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan antarteman di sekolah.
2. Membantu siswa mengenali bentuk-bentuk perundungan sejak usia sekolah dasar.
3. Menjelaskan dampak yang dapat ditimbulkan bullying bagi korban.
4. Membekali siswa dengan tindakan yang tepat ketika mengalami atau melihat bullying.
5. Melatih keberanian siswa menyampaikan pendapat dan berbagi pengalaman di depan teman-temannya.
6. Menanamkan sikap saling menghargai, empati, dan peduli terhadap teman.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, sebanyak 92% siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan konsentrasi penuh, dengan responsivitas tanya jawab meningkat tajam setelah penayangan media audio-visual (film). Siswa menunjukkan keterlibatan aktif — dari sekadar mendengarkan penjelasan, mereka mulai aktif menjawab pertanyaan, menceritakan kembali isi film, dan sebagian bersedia berbagi pengalaman pribadi.
Dampak kegiatan terlihat dari perubahan pola partisipasi siswa yang tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi mulai memproses dan menghubungkan materi dengan pengalaman nyata mereka di sekolah. Kegiatan berbagi pengalaman juga memberi pembelajaran sosial: siswa lain belajar melihat persoalan dari sudut pandang temannya, dan memahami bahwa perkataan yang dianggap candaan belum tentu menyenangkan bagi orang lain.
Berita Artikel: https://www.kompasiana.com/hernindaawwaliya6611/6a848531ed64157641375187/edukasi-anti-bullying-kkn-xxi-unisnu-di-sdn-1-rajekwesi